0271 - 697010 EXT - 105 •

Profile

Profil B2P2TOOT Tawangmangu

Sejarah

B2P2TOOT bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.

Transformasi

Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.

Visi:
Masyarakat sehat dengan Jamu yang aman dan berkhasiat

Misi
Meningkatkan mutu litbang, mengembangkan hasil litbang dan pemanfaatan hasil litbang tanaman obat dan obat tradisional

Nilai:
Pro rakyat, Jujur Disiplin, Bertakwa dan Berbudaya

Struktur Organisasi

 

Institution milestones

  • 1945-1953 :  Rintisan koleksi TO “Hortus Medicus”
  • 1963-1968 :  Resmi dikelola oleh oleh Badan Pelayanan Umum
  • 1968-1975 :  Berada di bawah Direktorat Jenderal Farmasi, Departemen Kesehatan.
  • 1975-1978 :  Berada di bawah pengawasan Direktorat Obat Tradisional, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan.
  • 1978-2006 :  Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO), Badan Litbangkes, Depkes.
  • 2006-2013 :  Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) dengan lingkup aktivitas hulu-hilir di bidang TOOT
  • 2007          :  Rintisan Klinik Saintifikasi JAMU (Laboratorium Pelayanan Kesehatan Tradisional JAMU)
  • 2010          :  - Permenkes No. 003 Tahun 2013 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan

                   - Level A Klinik Saintifikasi JAMU “Hortus Medicus” dan mulai membangun jejaring klinik SJ

                                - Penghargaan Citra Pelayanan Prima Tingkat Madya Tahun 2010 dari Menpan RB

  • 2011           :  Juara III Perpustakaan Terbaik di Lingkungan Kementerian Kesehatan
  • 2012           :  Koordinator Riset Khusus Tanaman Obat dan JAMU (RISTOJA) berskala nasional, meliputi 26 provinsi di luar Jawa dan Bali, bekerja sama dengan 25 PTN untuk membangun TO                         dan JAMU (TOJA) Indonesia dan berkesinambungan s.d. tahun 2017
  • 2012           :  Mengembangkan Wisata Iptek Kesehatan JAMU sebagai bagian dari Wisata Kesehatan (Health Tourism)
  • 2013           :  Peresmian Rumah Riset JAMU “Hortus Medicus”
  • 2013           :  Koordinator Riset Kesehatan Dasar untuk Wilayah RISKESNAS IV, kerjasama dengan pemda dan universitas di provinsi: Kepri, Jambi, Kalteng, Kaltim, Sulteng dan Sulbar.
  • 2013           :  ISO Manajemen Mutu 9001:2008
  • 2014           :  Koordinator Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) Wilayah 4
  • 2014           :  Penyelenggara “International Symposium on Medicinal Plant and Traditional Medicine” pada bulan Juni 2014
  • 2015           :  - Koordinator Riset Khusus Tanaman Obat dan Jamu (RISTOJA) Tahap II berskala nasional meliputi 24 provinsi di Indonesia

                                 - Koordinator Riset PTM Wilayah Riskesnas IV

                                 - Koordinator Survei Indikator Kesehatan Wilayah Riskesnas IV

Product Milestone

  • Jamu Saintifik

            2013 :   Formula Jamu Hipertensi Ringan

                         Formula Jamu Hiperurisemia

            2015 :   Formula Jamu Dispepsia

                         Formula Jamu Hemorhoid

                         Formula Jamu Osteoartritis

  • Pedoman

- Pedoman Budidaya Panen dan Pascapanen Tanaman Obat, Vademekum 1-5, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (INTOI) I –   VI

- Surat Edaran Kepala Badan Litbang Kesehatan No. LB.02.02/2/8906/2012 Tentang Pengadaan Bahan Jamu Untuk Jejaring        Klinik Saintifikasi Jamu

  • Buku

100 Top Tanaman Obat Indonesia, Mengenal Tumbuhan Berbahaya, Mengenal Tanaman Narkotika, Wisata Kesehatan JAMU, Olahan Sehat Berkhasiat, Kumpulan Abstrak TO & OT, Kiprah POKJANAS TOI, Wisata Kesehatan JAMU (JAMU Health Tourism)

Sumber Daya Manusia

Modal manusia di B2P2TOOT terdiri dari pegawai tetap (PNS dan CPNS) maupun tidak tetap (tenaga yang dikontrak dengan honor bulanan), dinilai sebagai aktor utama dalam implementasi tugas dan fungsi Babe Litbang TOOT

Pada Februari 2016, dengan amanah tugas litbang TOOT dan Saintifikasi JAMU, B2P2TOOT memiliki gambaran kepegawaian sebagai berikut. Jumlah total pegawai menurut jenis kepegawaian sebanyak 241, meliputi 96 pegawai tetap (89 PNS dan 7 CPNS) dan 145 pegawai tidak tetap/PTT.

Permenkes No. 491 tahun 2006 dan definisi Iptek menurut UNESCO, aktivitas yang dikelola di Babe Litbang TOOT mencakup generation, advancement, pelatihan, diseminasi dan aplikasi pengetahuan teknis di lingkungan iptek tanaman obat dan obat tradisional (TOOT).

Aktifitas Iptek

Generation, untuk memproduksi data temuan dan fakta, melalui:

1. RISTOJA

2. Riset TO dan simplisia

3. Uji khasiat dan keamanan

4. Uji kesetaraan formula

5. Riset model pemberdayaan dan kemandirian masyarakat berbasis TO

Advancement, untuk mengolah hasil temuan dan fakta, melalui:

1. Pengembangan (teknologi formulasi, standar budidaya, pascapanen, dll)

2. Kajian

Diseminasi, untuk memasarkan hasil iptek TOOT kepada segmen2 mitra konsumen (akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas masyarakat) melalui jejaring Ristoja, jejaring Saintifikasi Jamu, Seminar Internasional, Seminar Nasional dan Forum Diskusi

Implementasi pengetahuan teknis, dalam kerangka iptek Saintifikasi JAMU melalui:

1. Jejaring Ristoja

2. Jejaring Saintifikasi Jamu